Loading...
Bermadzhab kepada Empat Imam
13/01/2026 Admin Yayasan Bagikan:

عليك بالأئمة الأربعة الأعلام؛ فهم سادةُ الفقه، ونجومُ الهدى المتَّبَعة، وحِصنُ الأمة الحصين

“Wajib bagimu berpegang kepada empat imam besar; karena merekalah para pemimpin ilmu fikih, bintang-bintang petunjuk yang diikuti, dan benteng kokoh bagi umat.”

Ungkapan singkat ini memuat hikmah metodologis yang sangat dalam. Ia bukan sekadar ajakan bermadzhab secara emosional, tetapi pernyataan tentang bangunan epistemologi hukum Islam.

Pertama, frasa “سادةُ الفقه” (para pemimpin fikih) menunjukkan bahwa empat imam—Abu Ḥanīfah, Mālik, al-Syāfi‘i, dan Aḥmad—bukan sekadar mujtahid, melainkan arsitek utama sistem fikih. Mereka tidak hanya menjawab masalah, tetapi meletakkan kaidah, metode istinbāṭ, dan disiplin berpikir hukum. Tanpa mereka, fikih akan tercerai-berai, reaktif, dan kehilangan konsistensi.

Kedua, penyebutan “نجومُ الهدى المتَّبَعة” (bintang-bintang petunjuk yang diikuti) mengandung makna penting: bintang tidak menciptakan jalan, tetapi menunjukkan arah. Para imam tidak menggantikan al-Qur’an dan Sunnah, melainkan menuntun cara memahami dan mengamalkannya. Mengikuti mereka bukan taqlid buta, tetapi taqlid metodologis—mengikuti cara berpikir orang yang paling amanah dan paling dekat dengan sumber.

Ketiga, ungkapan “حِصنُ الأمة الحصين” (benteng kokoh umat) adalah peringatan keras terhadap bahaya fikih liar tanpa disiplin. Sejarah menunjukkan: ketika umat meninggalkan madzhab dan merasa cukup dengan “langsung Qur’an–Hadis”, yang lahir bukan kemurnian, melainkan kekacauan fatwa, kontradiksi hukum, dan pertengkaran tanpa ujung. Madzhab hadir sebagai penjaga stabilitas, kesinambungan, dan keselamatan umat dari hawa nafsu berbungkus dalil.

Maka bermadzhab kepada empat imam bukan tanda kelemahan intelektual, tetapi justru sikap dewasa dalam beragama. Ia adalah pengakuan jujur bahwa memahami wahyu membutuhkan ilmu, sanad, dan disiplin panjang, bukan sekadar keberanian berbicara.

Siapa yang ingin selamat dalam beragama, hendaklah masuk melalui pintu yang telah dijaga para imam, bukan memanjat tembok dengan keyakinan diri sendiri.

Wallāhu a‘lam biṣ-ṣawāb 


Gresik, 13 Januari 2026

Ahmad Chuvav Ibriy 

Pengasuh dan Ketua Yayasan Ponpes Al-Amin Mojowuku