Puisi esai adalah genre sastra yang memadukan kekuatan bahasa puitik dengan fakta sosial yang dapat diverifikasi untuk menyuarakan luka kemanusiaan yang sering terpinggirkan oleh statistik dan wacana formal. Ia hadir sebagai respons atas krisis empati di era banjir informasi, dengan menjembatani jarak antara pengetahuan dan nurani pembaca. Melalui penggunaan catatan kaki sebagai jangkar realitas, puisi esai memastikan bahwa pengalaman penderitaan yang disampaikan bukan fiksi imajinatif semata, melainkan peristiwa nyata yang memiliki konteks sejarah, sosial, dan hukum yang jelas. Dengan demikian, puisi esai tidak hanya menghadirkan keindahan bahasa, tetapi juga berfungsi sebagai kesaksian moral, sarana re-humanisasi data, media advokasi yang etis, serta instrumen perlawanan terhadap lupa demi merawat ingatan kolektif dan tanggung jawab kemanusiaan.
Gresik, 14 Januari 2026
Ahmad Chuvav Ibriy